News

Pakistan Mediasi Iran-AS Bahas Proposal Gencatan Senjata

Istanbul (KABARIN) - Upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berlanjut melalui peran mediasi Pakistan, yang membahas proposal penghentian konflik kedua negara.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dilaporkan kembali bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk membicarakan kemungkinan kerangka penghentian perang serta jalur komunikasi tidak langsung antara Teheran dan Washington.

Kantor berita semi resmi Tasnim menyebut pertemuan tersebut fokus pada pembahasan proposal yang mengatur komunikasi tidak langsung antara Iran dan AS.

Sementara itu, laporan ISNA menyebut pertukaran pesan antara kedua negara masih berlangsung melalui mediasi Pakistan, meski sejumlah perbedaan mendasar belum berhasil diselesaikan.

Naqvi juga disebut menyampaikan pesan dari pihak Amerika Serikat kepada pejabat Iran dalam kunjungan keduanya ke Teheran dalam pekan yang sama.

Di sisi lain, sumber dari Pakistan yang dikutip ISNA menyebut Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir berpotensi melakukan kunjungan jika kedua pihak berhasil menyepakati kerangka awal perundingan.

Dalam laporan sebelumnya, Iran disebut mengajukan proposal 14 poin yang mencakup pembahasan terpisah mengenai program nuklir, termasuk isu pengayaan uranium, dalam waktu 30 hari setelah tercapainya gencatan senjata permanen.

Namun, Amerika Serikat disebut menginginkan isu nuklir diselesaikan terlebih dahulu sebelum kesepakatan gencatan senjata permanen diberlakukan.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak rangkaian serangan yang dimulai pada Februari lalu, yang kemudian memicu balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.

Gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan masih bersifat sementara, sementara perundingan lanjutan belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: